Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

TRANSLATE

Minggu, 02 Januari 2011

Bustomi: Tularkan Timnas ke Klub

Gelandang timnas Indonesia Ahmad Bustomi mendapat banyak pelajaran dari pelatih Alfred Riedl. Ia pun kian termotivasi untuk bisa melaksanakan ilmu dari orang Austria itu.
”Alfred bilang, berikan yang terbaik yang sudah didapat di timnas ke level klub. Pemain kita sudah bisa jaga emosi di tingkat internasional, tapi di kompetisi lokal masih ada masalah," tutur Bustomi saat berbincang-bincang dengan detiksport, Minggu (2/1/2011).

"Dia bilang juga, sepakbola itu olahraga laki-laki. Boleh keras tapi jangan kasar. Jangan melakukan tackling-tackling brutal, jangan cari kartu merah yang bodoh. Yang terpenting, para pemain bola itu seperti saudara sendiri, jangan cederai. Kita ini sama-sama cari makan di sini."

Sebagai salah satu pilar tim nasional, pelajaran yang didapat dari Rield dijadikan Bustomi sebagai motivasi. "Kita mestinya bisa lebih baik mulai sekarang," tukasnya.

Sepakbola Indonesia diharapkan sedang mulai bangkit setelah tampil gemilang di Piala AFF 2010 -- walaupun hanya jadi runner up. Dukungan masyarakat dan suporter yang luar biasa menjadi elemen lain yang tak kalah penting.

"Kebangkitan ini jangan kayak musim duren, musim buah, yang cuma beberapa bulan. Tapi mudah-mudahan terus berkelanjutan," sahut pemain asal Jombang berusia 25 tahun itu.

Bustomi enggan berkomentar langsung tentang kontroversi PSSI yang sedang disoroti masyarakat, atau munculnya kompetisi baru bernama Liga Primer Indonesia (LPI), yang oleh sebagian orang sedang ditunggu-tunggu akan seperti apa.

"Saya yakin, semua orang ingin timnas kita berprestasi, bisa berbicara di tingkat internasional, minimal di ASEAN. Yang jelas kita harus berusaha, dan jangan lupa berdoa," simpul pemain klub Arema FC itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA HARI INI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Entri Populer