Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

TRANSLATE

Jumat, 04 Februari 2011

Besok, Semarang United Ajukan Banding

Semarang United memberikan respon terhadap hukuman larangan bermain selama setahun yang diterima Simon Kujiro. Besok, tim asal ibukota Jawa Tengah itu mengajukan memori banding.
Simon Kujiro dikenai sanksi larangan bermain selama setahun dan denda Rp 25 juta atas kasus pemukulan yang dilakukan oleh pemain belakang itu terhadap wasit dalam laga melawan Bogor Raya. Pihak Semarang United memiliki waktu selama dua pekan untuk melakukan banding atas hukuman ini.

"Kami memang tidak membenarkan aksi pemukulan itu. Tapi kita juga harus memberikan perhatian soal sebab mengapa Simon melakukan itu. Besok (Jumat, 4/2/2011--red) kami akan mengirim memori banding," terang vice president Semarang United Novel Al Bakrie ketika dihubungi detiksport melalui telepon, Kamis (3/2/2011) malam WIB.

Novel menerangkan bahwa dalam memori banding tersebut pihaknya menyertakan keterangan mengenai kondisi lapangan saat pertandingan dan juga kualitas wasit.

"Kalau memang ada pengakuan (dari komdis LPI) bila lapangan tidak layak, pengeringan lapangan hanya dilakukan pada satu sisi, dan adanya faktor yang merugikan kami, maka tidak menutup kemungkinan kami akan meminta re-match atau pertandingan ulang," tegas Novel.

Novel menambahkan bahwa pertandingan ulang itu ---bila jadi-- maka bagi dia cukup 1x45 menit saja di babak kedua saat Simon diusir. "Tanpa Simon pun tidak apa-apa," jelasnya.

Novel menegaskan bahwa pihak klub akan 100 persen mendukung Simon meski sang pemain belakang itu tengah menghadapi masalah besar terkait hukuman ini. "Kami tidak membenci Simon. Kami berusaha membesarkan hatinya. Kami melakukan upaya hukum semaksimal mungkin. Simon pribadi yang santun. Mungkin dia akan kami kontrak lagi musim depan," lanjut Novel.

Simon merupakan pemain yang penting bagi Semarang United. Saat ini kontestan LPI dari "Kota Atlas" itu tengah menyeleksi sejumlah pemain untuk mengisi posisi yang ditinggalkan oleh Simon.

"Ada enam pemain, pemain lokal semua. Mereka pemain yang mumpuni," jelas Novel.

Lalu bagaimana bila usaha banding ini tak sesuai harapan? "Kami siap menerima apa pun hasilnya nanti. Kita kan termasuk salah satu bagian dari reformasi sepakbola Indonesia," tegas Novel.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA HARI INI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Entri Populer