Emanuel Matias De Porras kembali ke Jakarta. Eks bomber Persija Jakarta
dan PSIS Semarang itu akan bermain di Liga Primer Indonesia (LPI) dan
siap membawa klub barunya, Jakarta 1928 menjadi juara.Jakarta 1928 sendiri senang bisa mendapatkan De Porras. Ia disebut-sebut punya insting "membunuh" sebagaimana seharusnya seorang striker kala berada di dalam boks lawan.
“De Porras tipe striker ’pembunuh’. Pemain seperti dia lah yang dibutuhkan Jakarta FC 1928. Dia juga sudah dekat dengan Pelatih Bambang Nurdiansyah saat di PSIS,” kata Direktur
Teknik Jakarta 1928 FC, Risdianto.
Kendati demikian, De Porras terkenal punya sifat temperamental. Tapi kekurangan yang satu ini disebutnya sudah berhasil diatasi. De Porras mengaku sudah jauh lebih dewasa saat ini dan bisa bersikap tenang.
”Saya sekarang bermain sudah bisa lebih tenang. Dulu saya masih muda, sekarang saya sudah dewasa dan punya keluarga,” jelas De Porras sembari tertawa.
De Porras tiba di Jakarta Selasa pagi setelah terbang dari Buenos Aires. Ia sudah tidak asing lagi bagi penggemar sepakbola di Tanah Air. Pada musim kompetisi 2003-2004, ia menjadi ikon klub Persija Jakarta.
Begitu pun saat ia bermain untuk PSIS Semarang pada 2005-2006. Cachi menjadi idola suporter, Jakmania maupun Panser Biru, karena kepiawaiannya di atas lapangan.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar