Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

TRANSLATE

Kamis, 24 Februari 2011

Mesranya Khadafi dan Juventus

Kursi Muammar Khadafi sebagai pemimpin Libya tengah diguncang hebat oleh rakyatnya sendiri. Apa hubungan Khadafi dengan klub raksasa Italia, Juventus? Banyak, dan mesra.
Demo besar-besaran sampai hari ini masih berlangsung di Tripoli, ibukota Libya, dan sejumlah kota lainnya. Demonstran mendesak Khadafi yang telah berkuasa selama 41 tahun untuk mundur.

Khadafi memang seorang tokoh yang fenomenal sejak mengambil alih kekuasaan melalui kudeta militer tak berdarah pada 1 September 1969. Sepak terjangnya banyak banyak mengundang atensi.

Seperti di tahun 2001, Khadafi, melalui perusahaan investasi Lafico, membeli 5,3 persen saham Juventus dan kemudian ia menambahnya lagi hingga mencapai 7,5 persen. Dengan harga saham saat ini, aset Khadafi di Juventus bernilai 12,8 juta euro.

Sekitar setahun kemudian, Khadafi membeli 2 persen saham produsen mobil Italia, FIAT. Patut diketahui, FIAT adalah milik keluarga Agnelli, jutawan Italia yang juga menguasai Juventus.

Pemilikan saham di Juventus dan FIAT ini membuat Khadafi punya hubungan mesra dengan sepakbola Italia. Tamoil, perusahaan minyak milik Pemerintah Libya, kemudian sempat menjadi sponsor di seragam 'Si Nyonya Tua' mulai tahun 2002 hingga 2007.

Hal tersebut bisa terjadi karena embargo yang dijatuhkan kepada Libya oleh dunia internasional, terutama Amerika Serikat, telah dicabut pada tahun 2002. Sebelumnya, embargo dijatuhkan karena warga negara Libya menjadi pelaku pemboman pesawat Pan Am di Lockerbie, Skotlandia, tahun 1988.

Masih pada tahun 2002, lobi-lobi Khadafi juga membuat penyelenggaraan Piala Super Italia bisa digelar di Tripoli. Sekitar 40 ribu penonton di Stadion 11 Juni menyaksikan dua gol Alesandro Del Piero membuat Juventus menekuk Parma 2-1.

Selain keterlibatan Tamoil dan sukses menggelar Piala Super Italia di negerinya, mesranya hubungan Khadafi dengan Juve juga nampak saat anak Khadafi, Al Saadi, nyaris bergabung dengan tim asal kota Turin itu.

Tetapi, Al Saadi akhirnya batal menjadi pemain Juventus dan kemudian bergabung dengan Perugia pada tahun 2003. Al Saadi juga sempat menjadi pemain Udinese dan Sampdoria meski pada kenyataannya ia nyaris tidak pernah merumput.

Al Saadi memang seorang fans berat Juventus. "Dia selalu mengikuti (pertandingan) Juve," ujar Marco Re, seorang juru bicara Juve seperti dikutip Bloomberg baru-baru ini.

"Dia tertarik pada perusahaan ini dari sudut pandang ekonomi, tetapi dia juga seorang penggemar yang selalu ingin tahu hasil pertandingan," tukas Re kemudian.

Kini, saat kekuasaan Khadafi digoyang, mulai muncul pertanyaan bagaimana nasib kepemilikan saham pria 69 tahun itu di Juventus. Re sebagai jubir Juve juga tidak bisa memberikan gambaran apa yang akan terjadi.

"Saya tidak tahu apa yang akan mereka lakukan terhadap Juventus," ujar Re.

"Mereka (Lafico) selalu mendukung kami, contohnya, mereka sangat koperatif saat ada peningkatan saham tahun 2007 lalu," kata Re sembari menegaskan bahwa pihaknya tidak ada masalah dengan rezim Khadafi.

"Buat mereka, kami adalah investasi," tutupnya.
SUMBER : SPORT NEWS

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA HARI INI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Entri Populer