Ada kejadian menarik dalam pertandingan Jakarta 1928 vs Cendrawasih
Papua di Stadion Lebak Bulus, Jakarta. Sebuah penalti harus dilakukan
sampai tiga kali karena ada beberapa pemain melanggar peraturan.Hal ini kemudian sempat menjadi pertanyaan beberapa orang yang menyaksikan laga tersebut. Tendangan kedua Leonardo melambung, dan wasit memutuskan untuk memberikan ksempatan ketiga. Mengapa demikian?
Idealnya, sebuah tendangan penalti diulang karena ada salah satu pemain yang bergerak masuk ke dalam kotak ketika bola belum ditendang. Dalam hal ini, pada kesempatan pertama, pemain Jakarta masuk ke dalam kotak sebelum tendangan dilakukan, maka ketika bola masuk, tendangan pun harus diulang.
Pada kesempatan kedua, giliran pemain Cendrawasih yang melakukan pelanggaran. Dalam Law of The Game di situs FIFA, tertulis bahwa ketika yang melakukan pelanggaran adalah teman dari sang penjaga gawang, maka tendangan harus diulang.
"Pada tendangan pertama ada pemain Jakarta FC yang bergerak masuk ke dalam kotak penalti. Sedangkan pada tendangan kedua ada pemain Cendrawasih yang bergerak masuk ke dalam kotak penalti," demikian jelas juru bicara LPI, Abi Hasantoso, di akun Twitter-nya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar