Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

TRANSLATE

Senin, 14 Februari 2011

Penalti Tiga Kali Jakarta 1928 Sempat Dipertanyakan

Ada kejadian menarik dalam pertandingan Jakarta 1928 vs Cendrawasih Papua di Stadion Lebak Bulus, Jakarta. Sebuah penalti harus dilakukan sampai tiga kali karena ada beberapa pemain melanggar peraturan.
Penalti tersebut terjadi ketika laga memasuki menit 81 dengan pemain Jakarta 1928, Leonardo, maju sebagai eksekutornya. Eksekusi penalti sampai harus diulang dua kali, sebelum Leonardo akhirnya menyelesaikan dengan baik pada kesempatan ketiga.

Hal ini kemudian sempat menjadi pertanyaan beberapa orang yang menyaksikan laga tersebut. Tendangan kedua Leonardo melambung, dan wasit memutuskan untuk memberikan ksempatan ketiga. Mengapa demikian?

Idealnya, sebuah tendangan penalti diulang karena ada salah satu pemain yang bergerak masuk ke dalam kotak ketika bola belum ditendang. Dalam hal ini, pada kesempatan pertama, pemain Jakarta masuk ke dalam kotak sebelum tendangan dilakukan, maka ketika bola masuk, tendangan pun harus diulang.

Pada kesempatan kedua, giliran pemain Cendrawasih yang melakukan pelanggaran. Dalam Law of The Game di situs FIFA, tertulis bahwa ketika yang melakukan pelanggaran adalah teman dari sang penjaga gawang, maka tendangan harus diulang.

"Pada tendangan pertama ada pemain Jakarta FC yang bergerak masuk ke dalam kotak penalti. Sedangkan pada tendangan kedua ada pemain Cendrawasih yang bergerak masuk ke dalam kotak penalti," demikian jelas juru bicara LPI, Abi Hasantoso, di akun Twitter-nya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA HARI INI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Entri Populer