Konflik internal terjadi di tubuh klub Liga Primer Indonesia, Aceh
United. Konflik terjadi setelah keputusan pelatih Lionel Charbonnier
ditentang sejumlah 'pengurus bayangan'."Seorang pengurus asal Aceh mengkritik Lionel bahwa ada lima pemain yang dipilih Lionel adalah 'kelas tarkam," kata Ari, Rabu (9/3/2011).
Mendengar kecaman yang dilontarkan usai makan malam di Hotel Tiara Medan itu, kata Ari, Charbonnier marah besar dan bahkan mengancam akan segera mengepak kopor untuk kembali ke Prancis.
Dengan bahasa Inggris campur Prancis, Charbonnier juga sempat mengeluarkan statemen soal adanya laporan dari beberapa pemain bahwa pengurus lokal AU meminta setoran Rp 2-3 juta per bulan per pemain tiap menerima gaji.
"Tapi hal yang sulit dibuktikan karena tak ada pemain yang berani bersaksi. Jadi misteri soal pungutan liar itu sampai sekarang masih gelap, apakah hanya fitnah atau memang benar," kata Ari.
Selain konflik internal tersebut, sampai sekarang AU juga masih belum bisa bermain di Banda Aceh. Ini disebabkan oleh permintaan dari Charbonnier yang meminta izin kepada LPI untuk berlatih di Jakarta. Alasannya, Charbonnier yang mantan kiper ketiga timnas Prancis itu butuh waktu buat beradaptasi dengan kehidupan di Indonesia.
LPI, yang secara faktual menguasai 95 persen saham di Aceh United, mengizinkan hal itu. Namun, Ari menjanjikan tidak lama lagi AU bakal kembali berkandang di Banda Aceh.
"Waktu yang diberikan oleh LPI kepada Charbonnier selama dua bulan sudah akan berakhir. Akan tetapi, mengingat bahwa sewa tempat sementara saat ini di Bogor dan Tangerang akan segera habis 6 April 2011 mendatang, maka kepulangan AU ke kandang aslinya di Banda Aceh akan dilakukan pada kisaran waktu tersebut," katanya.
sumber : sport news

Tidak ada komentar:
Posting Komentar