Mantan pelatih AS Roma Claudio Ranieri mengatakan dirinya sudah
merasa tak lagi dianggap di AS Roma, sejak gelandang David Pizzaro tidak
lagi menatap matanya. Ranieri mengatakan bahwa sebelum meletakkan jabatan, ia sudah merasa bahwa dirinya tak lagi diinginkan di tim. Pria yang pernah menukangi Chelsea dan Juventus itu mengatakan, salah satu indikasinya adalah saat pemain tengah David Pizarro tidak menatap ke arahnya ketika berbicara.
"Pizarro punya masalah dengan lututnya. Kemudian saya mengajaknya berbicara. Saya bertanya: 'Apa kamu ada masalah dengan saya?'. Dia menjawab: 'Tidak pak, tidak ada masalah'. Namun dia tak menatap mata saya," kata Ranieri di Football-Italia.
"Sikap seperti itu penting menjadi perhatian, karena pemain mengatakan tidak memiliki alasan apa-apa. Saya menyimpulkan pemain telah melawan saya," tandas pelatih kelahiran 20 Oktober 1951 tersebut.
Sebenarnya Ranieri mendapatkan jaminan soal masa depan dari presiden Roma Rosella Sensi. "Baik Rosella mau pun Unicredit memberi saya jaminan soal kontrak baru. Itu menjadi sinyal bagi tim. Namun rumor seputar klub membuat rencana ini mengalami penurunan," tandas Ranieri.
"Saya memilih menolak 1 juta euro demi kehormatan. Di Turin (saat menangani Juventus) ketika perasaan itu tidak seperti di sini, saya mendapat kepastian bahwa saya dibayar. Di Roma, situasinya berbeda. Saya tidak akan bisa melihat diri saya sendiri," tuntas dia.
sumber : SPORT NEWS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar