Meski
gagal membawa Adelaide United menjuarai A-League, penyerang keturunan
Indonesia Sergio van Dijk berhasil menyabet gelar personal sebagai
topskor liga utama Australia itu dengan torehan 16 gol.
Langkah
Adelaide dihentikan Gold Coast United dengan skor 3-2 di semifinal
play-off pekan lalu. Setelah laga final play-off dimenangkan Central
Coast Mariners, yang mengalahkan Gold Coast 1-0, Van Dijk dipastikan
menyabet Sepatu Emas karena koleksi golnya tak lagi terkejar pesaing
lain. A-League tinggal menyisakan laga grand final Brisbane Roar versus
Mariners, 13 Maret mendatang.
"Gelar ini menjadi puncak karier pribadi saya," ujar Van Dijk seperti dilansir Sportal.com.au.
"Senang rasanya menerima gelar ini. Tapi, jujur saya lebih memilih juara karena itulah hadiah terbesar dalam kompetisi."
"Saya kira Adelaide memiliki kualitas musim ini. Inilah kenapa saya masih merasa kecewa kami gagal lolos ke final. Tapi mengingat posisi Adelaide musim lalu, pencapaian ini terbilang baik."
"Tapi kami belum puas dan musim depan kami akan mencoba tampil lebih baik lagi daripada musim ini."
Untuk laga grand final, Van Dijk menjagokan tim yang pernah dibelanya.
"Kalau Brisbane tetap fokus dan bermain seperti halnya sepanjang musim, saya kira tidak ada masalah. Saya merasa bahagia untuk mereka. Saya berharap mereka bernasib baik. Saya juga tadinya berharap Adelaide bisa bertemu mereka di final, sayangnya itu tidak terjadi," pungkasnya.
Sebelum pindah membela Adelaide, Van Dijk dua musim berseragam Brisbane dan juga menjadi mesin gol andalan mereka.
"Gelar ini menjadi puncak karier pribadi saya," ujar Van Dijk seperti dilansir Sportal.com.au.
"Senang rasanya menerima gelar ini. Tapi, jujur saya lebih memilih juara karena itulah hadiah terbesar dalam kompetisi."
"Saya kira Adelaide memiliki kualitas musim ini. Inilah kenapa saya masih merasa kecewa kami gagal lolos ke final. Tapi mengingat posisi Adelaide musim lalu, pencapaian ini terbilang baik."
"Tapi kami belum puas dan musim depan kami akan mencoba tampil lebih baik lagi daripada musim ini."
Untuk laga grand final, Van Dijk menjagokan tim yang pernah dibelanya.
"Kalau Brisbane tetap fokus dan bermain seperti halnya sepanjang musim, saya kira tidak ada masalah. Saya merasa bahagia untuk mereka. Saya berharap mereka bernasib baik. Saya juga tadinya berharap Adelaide bisa bertemu mereka di final, sayangnya itu tidak terjadi," pungkasnya.
Sebelum pindah membela Adelaide, Van Dijk dua musim berseragam Brisbane dan juga menjadi mesin gol andalan mereka.
SUMBER : SPORT NEWS

Tidak ada komentar:
Posting Komentar