
Laga
kandang Persipura di ajang Piala AFC, melawan Kingfisher East Bengal
dari India, 16 Maret mendatang, batal digelar di Stadion Mandala,
Jayapura. Pihak AFC menganggap, fasilitas Mandala belum memenuhi standar
Internasional. “Dalam surat Panitia Penyelenggara AFC yang kami terima
Sabtu malam (12/3)
menyebutkan bahwa beberapa fasilitas yang harus
dilengkapi adalah jalan masuk stadion dan giant screen. Sementara untuk
ruang konferensi pers dan fasilitas untuk siaran langsung internasional
belum sesuai standar AFC,” kata Ketua Panpel Pertandingan Persipura,
Tommy Mano, Minggu (13/3). Ia mengatakan, awalnya AFC memang memberikan
sinyal untuk penyelenggaraan piala AFC di Mandala, namun setelah mereka
mempelajari laporan kelengkapan stadion yang dikirim Panpel Persipuran
pada 28 Februari lalu, AFC memutuskan menunda laga home Persipura di
Jayapura. “Kami jelas kecewa dengan keputusan ini, begitu juga dengan
Persipura Mania dan masyarakat Papua. Apalagi informasi laga kandang
Persipura akan dilangsungkan di Mandala sudah tersebar. Namun kami
berharap masyarakat mau mengerti mengenai hal ini,” ujarnya. Dengan
putusan tersebut, tim ‘Mutiara Hitam’ terpaksa akan menggunakan Stadion
Gelora Bung Karno sebagai home basenya saat menjamu India East Bengal.
“Ini memang hal yang sulit bagi Persipura dan Panpel. Mengingat musim
lalu Persipura yang bermain tanpa dukungan penuh suporternya terlihat
kurang maksimal. Sementara Panpel harus mengeluarkan biaya yang tidak
sedikit. Sekali pertandingan Rp 3 miliar,” ucapnya. Menurutnya, di masa
depan Persipura masih bisa menggelar laga kandangnya dengan catatan,
kekurangan fasilitas stadion harus segera dilengkapi. “Untuk melengkapi
fasilitas stadion bukan tanggung jawab panitia, tetapi tanggung jawab
pemerintah Provinsi Papua, khususnya Dinas PU. Untuk itu kami berharap
kekurangan yang ada sudah dilengkapi sebelum tim pengawas pertandingan
AFC datang meninjau kesiapan Stadion Mandala,” katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar