PSIM Yogyakarta mewujudkan ambisinya untuk
meraih poin penuh saat mengalahkan tamunya PSCS Cilacap dengan skor 2-0.
Keberhasilan PSIM Yogyakarta ini didukung tanpa diwarnai kerusuhan antar
suporter yang sebelumnya dikhawatirkan terjadi seperti pada laga sebelumnya
saat ditantang Persikab Bandung.
Sejak awal babak pertama, Laskar Mataram sebutan PSIM Yogyakarta tampak lebih mendominasi jalannya pertandingan, dan berhasil menciptakan beberapa kali peluang gol. Sayang faktor penyelesaian yang kurang baik menjadikan beberapa peluang terbang begitu saja.
Kerja keras skuad PSIM Yogyakarta pada babak pertama ini akhirnya hanya menghasilkan satu yang dicetak oleh Tulus Saptianto di menit ke-15. Tendangan bebas yang dilakukan Tulus dari luar kotak penalti tak dapat dijangkau oleh kiper PSCS Cilacap Catur Nugroho.
Skor berubah menjadi 1 - 0 untuk keunggulan PSIM Yogyakarta sampai akhir babak pertama.
Pada babak kedua, PSIM Yogyakarta menambah daya gedornya ke wilayah pertahanan PSCS Cilacap. Tidak sia-sia PSIM Yogyakarta akhirnya menambah keunggulannya lewat gol Wawan Sucahyo pada menit ke-51.
Wawan berhasil memanfaatkan bola mental hasil kemelut di luar kotak penalti PSCS Cilacap. Skor pun berubah menjadi 2 - 0 PSIM Yogyakarta mengungguli tamunya PSCS Cilacap.
Tertinggal dua gol, membuat anak-anak asuh Agus Riyanto terus berupaya menciptakan terobosan melalui tendangan-tendangan langsung ke gawang PSIM Yogyakarta yang dijaga Agung Prasetyo. Namun, upaya untuk melakukan tendangan langsung tersebut belum mampu membuahkan gol bagi PSCS Cilacap.
Setelah melewati jual beli serangan antar kedua klub tersebut, tak ada lagi gol tercipta hingga wasit meniupkan peluit panjangnya untuk mengakhiri pertandingan. Skorpun tak berubah tetap 2 - 0 untuk PSIM Yogyakarta.
Sementara itu pelatih PSCS Cilacap, Agus Riyanto kecewa terhadap penampilan anak asuhnya. "Saya kurang puas dengan penampilan anak-anak, terutama pada babak pertama karena masih gugup meskipun sudah bisa bermain lepas selama babak kedua," kata Agus Riyanto.
Agus bhkan sempat menyalahkan panpel PSIM Yogyakarta akibat kekalahan timnya. Ia menganggap panpel tidak memberi kesempatan timnya mencoba lapangan. "Kami disuruh mencoba lapangan, tapi diombang-ambingkan, dan tidak bisa masuk. Ini berpengaruh pada permainan kami," ungkap Agus.
Sejak awal babak pertama, Laskar Mataram sebutan PSIM Yogyakarta tampak lebih mendominasi jalannya pertandingan, dan berhasil menciptakan beberapa kali peluang gol. Sayang faktor penyelesaian yang kurang baik menjadikan beberapa peluang terbang begitu saja.
Kerja keras skuad PSIM Yogyakarta pada babak pertama ini akhirnya hanya menghasilkan satu yang dicetak oleh Tulus Saptianto di menit ke-15. Tendangan bebas yang dilakukan Tulus dari luar kotak penalti tak dapat dijangkau oleh kiper PSCS Cilacap Catur Nugroho.
Skor berubah menjadi 1 - 0 untuk keunggulan PSIM Yogyakarta sampai akhir babak pertama.
Pada babak kedua, PSIM Yogyakarta menambah daya gedornya ke wilayah pertahanan PSCS Cilacap. Tidak sia-sia PSIM Yogyakarta akhirnya menambah keunggulannya lewat gol Wawan Sucahyo pada menit ke-51.
Wawan berhasil memanfaatkan bola mental hasil kemelut di luar kotak penalti PSCS Cilacap. Skor pun berubah menjadi 2 - 0 PSIM Yogyakarta mengungguli tamunya PSCS Cilacap.
Tertinggal dua gol, membuat anak-anak asuh Agus Riyanto terus berupaya menciptakan terobosan melalui tendangan-tendangan langsung ke gawang PSIM Yogyakarta yang dijaga Agung Prasetyo. Namun, upaya untuk melakukan tendangan langsung tersebut belum mampu membuahkan gol bagi PSCS Cilacap.
Setelah melewati jual beli serangan antar kedua klub tersebut, tak ada lagi gol tercipta hingga wasit meniupkan peluit panjangnya untuk mengakhiri pertandingan. Skorpun tak berubah tetap 2 - 0 untuk PSIM Yogyakarta.
Sementara itu pelatih PSCS Cilacap, Agus Riyanto kecewa terhadap penampilan anak asuhnya. "Saya kurang puas dengan penampilan anak-anak, terutama pada babak pertama karena masih gugup meskipun sudah bisa bermain lepas selama babak kedua," kata Agus Riyanto.
Agus bhkan sempat menyalahkan panpel PSIM Yogyakarta akibat kekalahan timnya. Ia menganggap panpel tidak memberi kesempatan timnya mencoba lapangan. "Kami disuruh mencoba lapangan, tapi diombang-ambingkan, dan tidak bisa masuk. Ini berpengaruh pada permainan kami," ungkap Agus.
Sumber : Lanus-cyber.co.cc





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar