Sporty Magazine official website | Members area : Register | Sign in

TRANSLATE

Selasa, 07 Desember 2010

KEKALAHAN PERTAMA PSCS CILACAP MELALUI TENDANGAN PENALTI KONTROVERSIAL DI MENIT TERAKHIR


PSCS Cilacap menanggung kekalahan atas pertandingan Liga Ti-Phone melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya malam hari ini melalui keputusan penalti yang kontroversial (6/12). Pertandingan yang berlangsung agresif ini diakhiri dengan skor 1-0 dan kemenangan ada pada kesebelasan Persik Kediri. Persik Kediri yang selama Liga Ti-Phone dimulai memang belum pernah mendapatkan point kemenangan atas pertandingan-pertandingan sebelumnya. Dan akhirnya mereka mendapatkan point dari tim Laskar Nusakambangan. Memang suatu hal yang patut disesali oleh laskar besutan Agus Riyanto, pelatih PSCS Cilacap. 
Pasalnya PSCS Cilacap berkeyakinan besar akan memenangkan pertandingan melawan Persik Kediri. Yang mana melihat reputasi pertandingan Persik Kediri sebelumnya selalu kalah melawan tim-tim satu grup di divisi utama lainnya. “Setidaknya kami berusaha dalam pertandingan malam ini dapat menahan imbang permainan Persik Kediri, tapi kenyataannya kita kalah lewat tendangan penalti yang keputusannya sangat kontroversial “, ujar Agus Riyanto.

Tak dipungkiri lagi, keputusan wasit pada pertandingan malam hari itu sangatlah kontroversial. Dimana tindakan agresif para pemain Persik Kediri terhadap pemain PSCS Cilacap tidak pernah diindahkan oleh wasit. Misalnya sang striker asal Korea, Jun Jin dikasari oleh para back Persik namun wasit menganggapnya bukanlah sebuah pelanggaran.

Sebuah hadiah penalti pun diberikan wasit kepada Persik Kediri dimenit-menit akhir pertandingan karena terjadi pelanggaran oleh pemain belakang PSCS Cilacap, M. Fatchul saat menghalau pemain sayap Persik Kediri Wawan Widiantoro. Kejadian tersebut sebenarnya murni tindakan diving pemain Persik. M. Fatchul menjelaskan kepada wasit bahwasanya Wawan Widiantoro secara sengaja menabrak dirinya dan terjatuh di dalam kotak penalti. Protes keras pemain PSCS Cilacap akan keputusan wasit Nopendri asal Jakarta Timur yang sangat kontroversial tersebut tidak dihiraukannya.

Akhirnya eksekusi penalti oleh O.K Jhon pemain belakang Persik Kediri mampu mengoyak gawang Catur Nugraha. Alhasil kedudukan 1-0 sampai peluit panjang ditiupkan harus mengakhiri pertandingan di Stadion Brawijaya malam hari itu. Kekecewaan sempat terlihat pada pemain PSCS Cilacap asal Korea, Lee Su Hyong duduk termenung di kursi pemain. Malam hari itu, Laskar Nusakambangan pulang dengan kekecewaan yang sangat mendalam karena keputusan wasit yang sangat kontroversial.

Sumber: laskarnusakambangan.org

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

BERITA HARI INI

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Entri Populer