PSCS Cilacap menanggung kekalahan atas
pertandingan Liga Ti-Phone melawan Persik Kediri di Stadion Brawijaya malam
hari ini melalui keputusan penalti yang kontroversial (6/12). Pertandingan yang
berlangsung agresif ini diakhiri dengan skor 1-0 dan kemenangan ada pada
kesebelasan Persik Kediri. Persik Kediri yang selama Liga Ti-Phone dimulai
memang belum pernah mendapatkan point kemenangan atas pertandingan-pertandingan
sebelumnya. Dan akhirnya mereka mendapatkan point dari tim Laskar
Nusakambangan. Memang suatu hal yang patut disesali oleh laskar besutan Agus
Riyanto, pelatih PSCS Cilacap.
Pasalnya PSCS Cilacap berkeyakinan besar
akan memenangkan pertandingan melawan Persik Kediri. Yang mana melihat reputasi
pertandingan Persik Kediri sebelumnya selalu kalah melawan tim-tim satu grup di
divisi utama lainnya. “Setidaknya kami berusaha dalam pertandingan malam ini
dapat menahan imbang permainan Persik Kediri, tapi kenyataannya kita kalah
lewat tendangan penalti yang keputusannya sangat kontroversial “, ujar Agus
Riyanto.
Tak dipungkiri lagi, keputusan wasit pada
pertandingan malam hari itu sangatlah kontroversial. Dimana tindakan agresif
para pemain Persik Kediri terhadap pemain PSCS Cilacap tidak pernah diindahkan
oleh wasit. Misalnya sang striker asal Korea, Jun Jin dikasari oleh para back
Persik namun wasit menganggapnya bukanlah sebuah pelanggaran.
Sebuah hadiah penalti pun diberikan wasit
kepada Persik Kediri dimenit-menit akhir pertandingan karena terjadi
pelanggaran oleh pemain belakang PSCS Cilacap, M. Fatchul saat menghalau pemain
sayap Persik Kediri Wawan Widiantoro. Kejadian tersebut sebenarnya murni
tindakan diving pemain Persik. M. Fatchul menjelaskan kepada wasit bahwasanya
Wawan Widiantoro secara sengaja menabrak dirinya dan terjatuh di dalam kotak
penalti. Protes keras pemain PSCS Cilacap akan keputusan wasit Nopendri asal
Jakarta Timur yang sangat kontroversial tersebut tidak dihiraukannya.
Akhirnya eksekusi penalti oleh O.K Jhon
pemain belakang Persik Kediri mampu mengoyak gawang Catur Nugraha. Alhasil
kedudukan 1-0 sampai peluit panjang ditiupkan harus mengakhiri pertandingan di
Stadion Brawijaya malam hari itu. Kekecewaan sempat terlihat pada pemain PSCS
Cilacap asal Korea, Lee Su Hyong duduk termenung di kursi pemain. Malam hari
itu, Laskar Nusakambangan pulang dengan kekecewaan yang sangat mendalam karena
keputusan wasit yang sangat kontroversial.
Sumber: laskarnusakambangan.org





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar