Kemenangan PSCS melawan PSIS Semarang
kemarin mencuatkan nama kapten tim tuan rumah, M Fatchul. Meski tak
menceploskan gol, namun perannya sangat vital bagi PSCS. Dalam laga lanjutan
Kompetisi Divisi Utama Liga T-Phone 2010/2011 di Stadion Wijaya Kusuma
yang berakhir 1-0 bagi PSCS tersebut, pemain asal Kediri ini berhasil
menjadi bintang kemenangan PSCS Cilacap. Selain menjadi kreator utama gol
kemenangan PSCS, yang dicetak Eka Wijayanto pada menit ke 93, Fatchul juga
sempat menyelamatkan gawang PSCS dari kebobolan.
Pada pertengahan babak kedua, Fachul
berhasil menyapu bersih bola tendangan kapten PSIS Imral Usman, yang mengarah
ke gawang PSCS yang sudah kosong. Seandainya peluang tersebut jadi gol, mungkin
hasil akhirnya akan berbeda bagi PSCS. “Hanya ada satu kata yang bisa saya
ucapkan mengomentari hasil pertandingan ini, yakni Alhamdulilah. Berkat
karuanianya PSCS mampu menang dalam pertandingan ini,” katanya usai laga.
Dalam laga tersebut, PSCS mampu mengurung
pertahanan PSIS sepanjang pertandingan. PSCS mampu mendominasi laga, hal
tersebut dapat dilihat dengan banyaknya peluang emas yang dicetak oleh skuad
besutan Agus Riyanto tersebut. Tercatat ada tiga peluang emas yang berhasil
dicetak oleh PSCS. Peluang emas pertama PSCS dihasilkan oleh Wahyu Tri pada
pertengahan babak pertama. Namun, bola heading yang dilepaskan oleh mantan
pemain Persiba Bantul tersebut, digagalkan oleh tiang gawang. Dua peluang emas
lainya dicetak oleh legion asing asal Korea Selatan Jun Jin para babak pertama
dan kedua. Namun, bola heading yang dilepaskan oleh Jun Jin dalam dua kali
kesempatan emas tersebut mampu digagalkan oleh penjaga gawang PSIS Agus Murod.
Laga tersebut hampir berlangsung ricuh ketika
pemain belakang PSCS Mahop Guy berseteru dengan pemain asing PSIS Gustavo
Chena. Benturan yang terjadi antara kedua pemain tersebut, sempat memancing
keributan kecil antara kedua pemain. Setelah kejadian tersebut pertandingan
berlangsung sedikit lepas kendali, benturan-benturan antar pemain kerap
terlihat sepanjang laga. Ketegangan terjadi ketika pemain asing PSCS Lee Su
Yong dinilai pemain PSIS melakukan tindakan kurang pantas.
Puncaknya ketegangan terjadi pada akhir
babak kedua, tepatnya ketika PSCS mampu mencetak gol kemenangan melalui
sundulan Eka Wijayanto. Para pemain PSIS menilai gol tersebut terjadi, karena
kinerja buruk asisten wasit I Suhasan. Tanpa dikomando, para pemain dan
official PSIS langsung meyerbu asisten wasit asal Lumajang tersebut.
Namun, setelah ditenangkan oleh perangkat
pertandingan dan keamanan, akhirnya pertandingan berhasil diselesaikan.
Keributan lagi-lagi terjadi ketika pertandingan usai, kali ini keributan
terjadi antara aparat keamanan dengan para pemain PSIS. Hal tersebut dipicu
oleh tindakan Gustavo Chena yang melemparkan bola ke arah wasit, yang mengenai
salah satu anggota polisi.
Sumber: Radar Banyumas





















Tidak ada komentar:
Posting Komentar